Make your own free website on Tripod.com
KANDUNGAN ZAT ADDITIF PADA KEMASAN
Home
TABEL ZAT ADITIF PADA MAKANAN
Keterangan Tabel

                                                       

                                                                                                        OLEH:

                                                                                       ESA MAHARDIKA LESTARI

                    Kami memakai judul KANDUNGAN ZAT ADDITIVE PADA PRODUK KEMASAN karena telah banyak kita tahu bahwa produk makanan dan minuman sekarang ini banyak memakai bahan pengawet / zat additive / Bahan Tambahan Makanan (BTM) dalam memproduksinya dan kita tidak banyak tahu tentang bahaya kandungan tersebut pada makanan dan minuman yang telah kita konsumsi melalui produk-produk yang telah kita beli.Beberapa alasan produsen makanan menggunakan BTM yang dilarang yaitu karena ketidaktahuan akan kemungkinan bahaya yang ditimbulkan,keinginan untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya (harga BTM sintetis jauh lebih murah dibandingkan yang alami), serta karena lemahnya sistem pengawasan dan pengambilan tindakan terhadap para pelanggarnya.Demikian akan diperjelas mengenai pengertian zat additive, penggunaannya, bahayanya, macam-macam bahan alamiah pengganti, jenis-jenis beserta daftar zat additive pada produk.

1.     Pengertian

               Zat additive adalah bahan tambahan makanan yang berguna sebagai pelengkap pada suatu bahan

2.     Kegunaan

               Zat additive pada produk makanan dan minuman berfungsi sebagai bahan yang dapat memperpanjang masa simpan produk serta untuk memperoleh mutu sensoris (citarasa,warna,dan tekstur)

3.     Bahaya

              Penggunaan zat addtive secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan karena bahan tersebut ada kemungkinan bersifat mutagenik/karsinogenik yang dapat menimbulkan kelainan genetik seperti kanker, penuaan sel, dan kerusakan organ yang lain.

4.     Macam-macam bahan alamiah pengganti

              Zat Pemanis : - Pemanis nutritif (menghasilkan kalori), berasal dari tanaman (sukrosa/ gula tebu, gula bit, xylitol dan fruktosa), dari hewan (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirup glukosa, dekstrosa, sorbitol).

                                   - Pemanis non nutritif (tidak menghasilkan kalori), berasal dari tanaman (steviosida), dari kelompok protein (miralin, monellin, thaumatin).

              Zat Pewarna : - Daun suji untuk warna hijau

                                    - Gula merah untuk warna coklat

                                    - Kunyit untuk warna kuning

                                    - Daun jati untuk warna merah

                                    - Kulit buah manggis untuk warna ungu

                Pewarna alami adalah pigmen-pigmen yang diperoleh dari bahan nabati, hewani, bakteri dan algae. Pigmen tersebut antara lain :

                                    - Antosianin (oranye, merah biru)

                                    - Betasianin dan betanin (kuning dan merah)

                                    - Karotenoid (kuning merah dan oranye)

                                    - Klorofil (warna hijau sampai hijau kotor)

                                    - Flavonoid (kuning)

                                    - Tanin (kuning)

                                    - Betalain (kuning, merah)

                                    - Kuinon (kuning sampai hitam)

                                    - Xantin (kuning)

                                    - Pigmen heme (merah, coklat)

                Zat warna alami komersial yang diijinkan untuk dipakai pada makanan dan minuman di Indonesia antara lain: anato, karamel, karoten, karmin, klorofil, safron, santaksantin, titanium dioksida dan tumerik.

5.    Jenis-jenis

                Bahan tambahan makanan yang diijinkan digunakan pada makanan terdiri dari 11 golongan yaitu:

                1.     Antioksidan (untuk mencegah/ menghambat oksidasi)

                2.     Antikempal (untuk mencegah mengempalnya makanan yang berupa bubuk)

                3.     Pengatur keasaman (untuk mengasamkan, menetralkan dan mempertahankan derajat keasaman makanan)

                4.     Pemanis buatan (zat yang dapat menimbulkan rasa manis pada makanan yang tidak/ hampir tidak memiliki nilai gizi)

                5.     Pemutih dan pematang tepung (mempercepat proses pemutihan untuk memperbaiki mutu pemanggangan)

                6.     Pengemulsi, pemantap dan pengental (untuk membantu terbentuknya sistem dispersi yang homogen pada makanan)

                7.     Pengawet (untuk mencegah / menghambat kerusakan oleh mikroba)

                8.     Pengeras (untuk memperkeras / mencegah melunaknya makanan)

                9.     Pewarna (untuk memperbaiki / memberi warna pada makanan)

                10.   Penyedap rasa dan aroma (untuk memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma)

                11.   Sequesteran (untuk mengikat ion logam yang ada pada makanan)

6.    Kandungan zat additive yang ada pada produk:

              1.    Kandungan zat additive pada produk makanan seperti:

antioksidan

dinatrium benzoat

,natrium benzoat,

 kalsium benzoat,

kalium benzoat,

pewarna,

 ferro fumarat,

 asam sitrat,

 vitsin,

 sodium benzoat,

 zat besi

, pengatur keasaman

, pengental,

asam folat

, thickener,

guargum,

mononatrium glutamat,

trikalsium fosfat,

 asam laktat,

 asam asetat,

 tokoferol,

 citrid acid,

lactid acid,

 potassium

, ascorbid acid

, metil-p-hidroksi benzoat.

              2.    Kandungan zat additive pada produk minuman seperti natrium banzoat, pewarna, natrium sulfat, asam sitrat, natrium nitrit, mononatrium glutamat, poliphospat, ascorbid acid, magnesium karbonat, natrium klor, asam laktat, belerang dioksida, sodium nitrit.